Abdul Majid Caniago: Pembangunan Pasar Nou Segera Dilaksanakan

NiasKita.com, Gunungsitoli

Pembangunan Pasar Nou ‘yang baru’ yang tertunda pelaksanaannya akan segera dimulai pada tahun ini.

Abdul Majid Caniago, SE, MSi Kadis Perindagkop dan UMKM Kota Jakarta Gunungsitoli kepada NiasKita.com di ruang kerjanya di Faekhu, Senin (07/01) menjelaskan bahwa rencana pemerintah untuk memperluas dan membangun Pasar Nou akan dilaksanakan pada tahun ini.

“Dimulai tahun ini dan diharapkan dapat dipergunakan pada pertengahan tahun 2020,” jelasnya.

Tidak dimulainya pelaksanaan pembangunannya tahun lalu karena adanya perubahan luas lahan di lokasi baru di seberang Sungai Nou. “Kita prediksi 2 hektar, ternyata hanya 1 hektar, sehingga perlu penyesuaian rencana bangunan dan desainnya,” katanya.

Awalnya sudah tersedia 1 ha lahan yang dibebaskan pada tahun 2013 lalu. Pemko ingin menambah 1 ha lagi, namun pemilik tanah minta harga Rp 1 juta per meter yang artinya untuk 1 ha senilai Rp. 10 miliar. Pemko mundur karena dana yang tersedia hanya sekitar Rp. 3 miliar.

Dampaknya, ada perubahan desain, misalnya besaran kios. Juga termasuk ditiadakan akses jalan keluar masuk dari Jalan Pattimura, Mudik.

“Akses masuk hanya dari Jalan Sudirman, dari lokasi Pasar Nou sekarang,” jelasnya.

Pasar Nou sekarang akan dijadikan lahan parkir pengunjung. Nantinya, dari tempat parkir ini, pengunjung menuju Pasar Nou yang baru dibangun menyeberangi Sungai Nou melalui sebuah jembatan.

“Hanya kendaraan pengangkut barang dagangan yang boleh menyeberang,” katanya.

Pria yang dua kali menjabat Kadis Perindagkop dan UMKM ini menjelaskan, penyesuaian desain membutuhkan sedikit waktu. “Sekarang sudah selesai, tinggal pelaksanaantender dan konstruksinya saja,” katanya.

Rencananya pasar semi modern ini akan dibangun tiga lantai dengan 400 kios di dalamnya. Lantai pertama adalah pasar basah, berupa kios untuk para pedagang sayur, ikan serta kebutuhan dapur rumah tangga.

Lantai dua berisi kios untuk dagangan kering, seperti pakaian, alat tulis kantor, kelistrikan dan elektronik. Sedangkan lantai tiga berisi foodcourt yang menyajikan berbagai menu makanan dan minuman dan tempat rekreasi keluarga.

Abdul Majid Caniago menyebutkan pembangunan Pasar Nou merupakan kebutuhan Kota Gunungsitoli seiring dengan kemajuan dan perkembangan kota.

“Masyarakat kota yang modern cenderung praktis butuh pasar yang terintegrasi dan nyaman. Mau beli baju, lalu ingin menikmati sajian bakso, bisa juga beli pulpen untuk anak, pulangnya mampir beli sayur atau ikan. Semua ada disini dan tidak perlu beranjak ke beberapa tempat, waktu habis hanya untuk beberapa kali parkir saja,” katanya.

Majid, sebutan populer pria yang juga dikenal sebagai Pengurus PBNU ini lebih jauh menjelaskan keberadaan pasar akan melengkapi penampilan kota Gunungsitoli sebagai kota modernis.

“Inilah salah satu persembahan Pemko Gunungsitoli untuk masyarakatnya,” ujarnya. (sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan