Pemko Gunungsitoli Sosialisasikan Penertiban Pedagang Daging Babi di Sembarang Tempat

Gunungsitoli, NiasKita.com

Pemerintah Kota akan menertibkan penjual daging babi yang tidak memiliki izin dalam waktu dekat ini. Penertiban ini dimaksudkan agar para pedagang segera mengurus izin usaha serta memperhatikan kesehatan daging yang dijual dan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Hal itu disampaikan Murni Darma Zebua, Kasatpol PP Kota Gunungsitoli, di sela-sela kegiatan sosialisasi penertiban tersebut kepada para pedagang daging babi yang berjualan di pinggir jalan di Kota Gunungsitoli, Sabtu (10/11). “Pedagang daging babi bukan dilarang, tapi ditertibkan agar segera mengurus izin usahanya. Kedua, agar daging yang dijual itu memenuhi syarat, misalkan daging dari babi yang sehat dan bersih, jangan sampai babiyang sakit atau sudah mati sebelum dipotong itu yang dijual. Jadi pemotongan babi harus dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) sehingga kebersihan dan kesehatan daging yang dijual itu bisa dikontrol dan dipertanggungjawabkan serta layak dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.

Penertiban pedagang daging babi ini, tandasnya, selain sesuai dengan ketentuan yang berlaku, juga demi kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi daging babi. Dijelaskannya, babi yang dipotong di RPH sebelumnya diperiksa dulu dan dipotong sesuai dengan prosedur pemotongan hewan. “Kalau dipotong di sembarang tempat, siapa yang menjamin dilakukan sesuai prosedur dan babinya sehat atau sakit,” jelasnya.

Disebutnya juga bahwa pedagang yang menjual daging babi di sembarang tempat dapat mengganggu kebersihan lingkungan serta kurang nyaman dilihat.

Di Gunungsitoli sendiri telah ada RPH khusus untuk babi di belakang Pasar Beringin. Di tempat ini puluhan babi dipotong setiap harinya yang dijual di pasar daging babi di samping RPH ini. Di pasar ini terdapat 48 lapak yang diperuntukkan untuk pedagang daging babi. Namun separuhnya pun tidak terisi.

Para pedagang daging babi lebih suka berjualan di pinggir-pinggir jalan yang menyebar di wilayah Kota Gunungsitoli. Mereka umumnya memotong sendiri hewan dagangannya dan dijual di pondok yang didirikan di pinggir jalan.

Kasatpol PP Murni Darma Zebua menawarkan kepada para pedagang daging babi untuk berjualan di pasar daging babi yang disediakan pemerintah di belakang Pasar Beringin. (Sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan