Pemko Gunungsitoli Gelar Operasi Kasih Sayang, 8 Siswa Terjaring Nongkrong di Warung Kopi

NiasKita.com, Gunungsitoli

Sejumlah siswa dari berbagai sekolah di Gunungsitoli terjaring razia Kasih Sayang yang digelar Pemerintah Kota Gunungsitoli, Kamis (26/09) di beberapa titik. Siswa yang terjaring operasi Kasih Sayang sedang duduk-duduk di warung kopi saat belajar-mengajar sedang berlangsung dan memakai pakaian seragam sekolah.

Kasat Pol PP Kota Gunungsitoli Murni Darma Zebua kepada NiasKita.com menjelaskan pelaksanaan razia berdasarkan petunjuk dari Walikota Ir. Lakhomizaro Zebua yang mendapat laporan dari masyarakat adanya siswa yang berkeliaran di sekitar sekolah pada jam belajar-mengajar sedang berlangsung. “Pak Walikota untuk menggelar operasi Kasih Sayang untuk menjaring siswa-siswa yang bolos belajar ini. Hasilnya terjaring 8 orang dalam pakaian seragam lengkap. Kita menemukan mereka sedang duduk di warung kopi,” jelasnya.

Murni Darma Zebua menyebutkan setelah diidentifikasi dan BAP serta diberikan pembinaan mereka diserahkan kepada pihak sekolah yang selanjutnya akan menyerahkan mereka kepada masing-masing orangtuanya. “Sekolah nantinya yang akan memprosesnya karena mereka masih dalam tanggung jawab sekolah masing-masing,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan razia ini melibatkan pihak Polres Nias, UPT Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara di Gunungsitoli, Kementerian Agama Gunungsitoli, personil TNI dari Kodim 213 Nias dan POM.

Ipda Narson Waruwu, Kaur Bin Ops Polres Nias yang turun langsung dalam operasi Kasih Sayang tersebut kepada NiasKita.com mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk mencegah para siswa ini tindakan kriminal dan pelanggaran hukum lainnya. “Awal Agustus lalu Pak Kapolres mengundang Kepala Dinas Pendidikan, Kasatpol PP, Kementerian Agama di wilayah Polres Nias untuk mencari bibit di masing-masing sekolah untuk dijadikan calon polisi, sekaligus juga penertiban anak-anak sekolah yang keluyuran pada jam-jam belajar. Jadi yang kita laksanakan hari ini merupakan tindaklanjut pertemuan tersebut. Dan masing-masing pemerintah melaksanakan di daerahnya,” jelasnya.

Ditambahkan Murni Darma Zebua dasar pelaksanaan operasi Kasih Sayang ini adalah Perda No. 4 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat, khususnya pada pasal 49 ayat 1, bagian a dan b yang antara lain berisikan: setiap siswa atau pelajar dilarang melakukan aktivitas di luar gedung sekolah selama aktivitas belajar-mengajar berlangsung, kemudian larangan memakai pakaian seragam sekolah dan atribut sekolah di tempat-tempat umum, rekreasi atau tempat hiburan.
Disebutnya, razia yang sama akan dilakukan lagindi masa mendatang untuk mendisiplinkand siswa untuk tidak melanggar ketentuan yang berlaku. “Ini merupakan wujud nyata dari visi dan misi Walikota untuk menertibkan siswa agar mereka sungguh-sungguh belajar agar memiliki daya saing di masa mendatang,” ujarnya. (Sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply