Pemko Siapkan 140 Tenaga Pengelola Sampah, Himbau Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan

NiasKita.com, Gunungsitoli

Pemerintah Kota Gunungsitoli siapkan 140 tenaga pengelola sampah untuk menjamin kebersihan kota. Walaupun belum sempurna seperti yang diinginkan semua pihak, namun tingkat kebersihan kota jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Yarniwati Gulo, S.sos, Msi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang antara lain memanajemeni persampahan dan kebersihan lingkungan menyampaikan Pemko Gunungsitoli berkomitmen untuk menjamin kebersihan lingkungan kota.
Hal itu diungkapkannya kepada NiasKita.com di ruang kerjanya di Dahana, Senin (07/01).

Dijelaskannya bahwa tenaga 140 pengelola sampah bertanggung-jawab mulai dari pengumpulan sampah, menyapu pinggir jalan hingga pengangkutan sampah ke TPA di Telukbelukar, Gunungsitoli Utara.

Dibawah kendali perempuan peniti karir dari bawah ini, Dinas Lingkungan Hidup mendapat penghargaan khusus dari Walikota Gunungsitoli Ir. Lakhomizaro Zebua. Pada tahun 2017, pada acara ulangtahun Walikota Ir. Lakhomizaro Zebua dan Wakil Walikota Sowa’a Laoli, SE, MSi yang bersamaan pada 11 Nopember, Walikota menetapkan Dinas Lingkungan Hidup sebagai Dinas berkinerja terbaik.

Hal yang sama kembali diperoleh dinas ini bersama dengan Dinas Kesehatan pada 11 Nopember 2018 lalu. Pujian kinerja yang disampaikan Walikota itu bukan basa-basi semata. Masyarakat juga sudah bisa melihat dan merasakan kebersihan kota.

Sebut saja, misalnya, kebersihan muara Sungai Nou yang setiap hari dibersihkan petugas khusus untuk tempat itu. Tidak terlihat sebaran sampah dan ranting kayu yang hanyut oleh aliran air sungai. Begitu juga dengan penampilan jalan-jalan yang tersapu bersih dari sampah-sampah.

“Petugas kebersihan kita sudah mulai bekerja subuh dan mereka sudah harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum pukul 08.00 pagi,” jelasnya.

Sementara petugas yang mengumpulkan sampah dari tong sampah keluarga di depan rumah juga dilakukan setiap hari mulai dari pagi. Sampah-sampah kemudian dikumpulkan di kontainer untuk selanjutnya diangkut ke TPA.

“Kita berharap keluarga juga membuang sampah ke tongnya sebelum dikumpulkan, jangan setelah petugas melaksanakan pekerjaannya karena itu berarti baru besok diangkut. Kalau terlambat diangkut berarti terjadi proses pembusukan di lokasi setempat yang menyebarkan bau busuk dan pencemaran lingkungan,” katanya.

Yarniwati Gulo juga berharap masyarakat berempati dengan pekerjaan mereka. “Mohon tidak membuang sampah sembarangan. Mari menghargai mereka,” ajaknya.

Soal penghargaan terhadap tenaga pengelola sampah, katanya, datang dari berbagai pihak. Tak kurang Kapolres Nias mengundang para pengelola sampah dan memberikan tanda simpati dalam acara Jumat Barokah.

Pada open house menyambut Tahun Baru 2018, Walikota Ir. Lakhomizaro Zebua menjadikan tenaga pengelola sampah sebagai tamu istimewanya. Sebelumnya dalam acara Hari Ibu, 22 Desember yang dirayakan pada Jumat, 21 Desember, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Sukartini Wa’u secara khusus memberikan bingkisan kepada ibu-ibu pengelola sampah.

Yarniwati Gulo menyambut gembira apresiasi yang diberikan Pemko dan Kapolres Nias kepada tenaga kebersihan di dinas yang dipimpinnya itu. “Saya terharu karena mereka juga diistimewakan,” ujarnya.

Ia berharap segala penghargaan yang diberikan menjadi motivasi untuk mengabdi lebih baik lagi. Di sisi lain, masyarakat juga hendaknya termotivasi untuk memberikan simpati pada pekerjaan tenaga kebersihan dalam bentuk menjaga kebersihan keluarga dan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. (Sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan