Fraksi Golkar: Penguatan PAD untuk Kurangi Ketergantungan Pada Pusat

Gunungsitoli, NiasKita.com

Pemerintah daerah harus mengurangi ketergantungan pada bantuan pemerintah pusat secara bertahap dengan memaksimalkan PAD sebagai bagian dari sumber keuangan daerah.

Tentu untuk mengoptimalkan pencapaian dimaksud dibutuhkan regulasi yang tepat dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan sosio-ekonomi rakyat.

Hal itu disampaikan oleh Fraksi Golkar dalam Pemandangan Umum pada Rapat Paripurna DPRD Gunungsitoli agenda Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-fraksi atas Penyampaian Ranperda Perubahan Kedua Perda No.04 tahun 2013 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Acara yang dihadiri Sekda Kota Gunungsitoli Ir. Agustinus Zega dan sejumlah pimpinan SKPD dan staf dii lingkungan Pemko Gunungsitoli hanya dihadiri 13 dari 25 anggota DPRD.

Sebelumnya dalam undangan yang disampaikan oleh DPRD Gunungsitoli persidangan dimulai para pukul 19.00 WIB namun molor hingga pukul 20.30 menunggu kehadiran anggota DPRD.

Pemandangan Umum yang dibacakan Imanuel Hura, BA menyebutkan bahwa Fraksi Golkar dan memahami dan menerima keinginan Pemerintah Kota Gunungsitoli melakukan revisi terhadap Perda dimaksud.

Fraksi Golkar menyebutkan bahwa selayaknya penguatan regulasi perlu dilakukan untuk mendukung pemungutan retribusi bidang jasa usaha meningat Gununngsitoli merupakan pusat perdagangan dan jasa di Pulau Nias.

Dalam pemandangan umum itu, juga Fraksi Golkar mengkritisi belum dimanfaatkannya beberapa bangunan milik Pemko yang belum dimanfaatkan pada bisa menjadi sumber PAD bagi Kota Gunungsitoli.

Di antaranya belum dimanfaatkannya Pasar Rakyat di Gunungsitoli Utara. “Dapat menjadi sumber PAD bila dimaksimalkan,” katanya. (sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan