Soal Adanya Warga Belum Dapat Paket Kompor Gas, Karman Sinaga: Kuotanya Ditetapkan Kementerian ESDM

Gunungsitoli, NiasKita.com

Masih adanya keluarga Kota Gunungsitoli yang belum mendapatkan paket kompor gas dan tabung gas yang lebih dikenal dengan Paket Perdana LPG 3 Kg mendapat tanggapan serius dari Pemerintah Kota Gunungsitoli.

NiasKita.com yang menemui Karman Sinaga, Kabag Perekonomian dan Sumberdaya AlamSetda Kota Gunungsitoli didampingi Kabag Humas dan Keprotokolan di Kantor Walikota Gunungsitoli, Kamis (21/02) menjelaskan beberapa hal yang terkait dengan pembagian paket tersebut.

Karman Sinaga menjelaskan bahwa Program Konversi Minyak Tanah ke Elpiji untuk Kota Gunungsitoli telah ditetapkan kuotanya oleh Kementerian ESDM sebanyak 28.179. Ini berdasarkan surat yang disampaikan Tim dari Kementeriann ESDM pada pertengahan 2017.

Karman Sinaga lebih jauh menjelaskan, Pemko Gunungsitoli melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam berkoordinasi dengan camat dan kepala desa untuk segera menyampaikan data penduduk calon penerima Paket Perdana tersebut.

Berdasarkan hasil penghimpunan data tersebut, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam menyampaikan data ke Kementerian ESDM sebanyak 27.844 KK calon penerima Paket Perdana. Data yang disampaikan antara lain nama calon penerima dengan fotokopi KK, KTP dan belum memiliki atau menggunakan kompor gas.

Kemudian, jelas Karman Sinaga, oleh Kementerian ESDM melakukan verifikasi, sehingga jumlah calon penerima yang ditetapkan menjadi penerima Paket Perdana tersebut berkurang 504 KK. Calon penerima ini tidak lolos verifikasi dokumen karena berkas tidak lengkap dan atau ganda nama, nomor KK atau KTP.

Akhirnya Kementerian ESDM menetapkan penerima Paket Perdana sebanyak 27.340 KK.

“Pembagian terhadap penerima ini telah terlaksana,” jelas Karman Sinaga.
Soal beredar berita yang menyebutkan adanya 5.730 KK yang belum mendapatkan Paket Perdana LPG 3Kg, Karman Sinaga menyebutkan keadaan ini diakibatkan penjatahan yang dilakukan oleh Kementerian ESDM.

Disebutnya angka tersebut diperoleh dari selisih jumlah KK di Gunungsitoli dengan jumlah KK yang telah menerima Paket Perdana.

“Kita (Pemko Gunungsitoli, Red) tidak bisa menambah jumlah penerima Paket Perdana, karena dari sana telah ditetapkan. Sedangkan kurangnya beberapa calon penerima yang kita usulkan ini diakibatkan data yang masuk ke kita (Bagian Perekonomian, Red) tidak tepat waktu sebagaimana batas waktu yang telah ditetapkan oleh Kementerian ESDM, data yang sudah terhimpun hingga batas waktu yang telah ditetapkan itulah yang kita kirim ke Kementerian ESDM,” tungkas Karman Sinaga.

Disebut Karman Sinaga bahwa saat ini banyak masyarakat yang menyampaikan protes bahwa mereka tidak mendapatkan Paket Perdana, namun setelah ditelusuri dan diklarifikasi bersama dengan Kepala Desa dan Kepala Dusun, ternyata ada yang waktu itu tidak menyerahkan berkasnya.
Namun, katanya, data mereka tetap dihimpun untuk disampaikan kepada Kementerian ESDM.

“Untuk sementara kita menunggu kebijakan Kementerian ESDM karena mereka yang memiliki anggaran untuk pengadaan Paket Perdana tersebut,” jelasnya.
Sementara, Kabag Humas Victorius Gea, SKom menambahkan bahwa dengan penjelasan Kabag Perekonomian maka info yang berkembang tentang adanya keluarga di wilayah Kota Gunungsitoli yang belum mendapatkan kompor gas telah jelas apa penyebabnya.

“Selain kuota yang telah ditetapkan oleh Kementerian ESDM, juga penyerahan data dan berkas dari warga yang tidak tepat waktu. Dan ini tentu menjadi koreksi bagi semua pihak sehingga proses pemberkasan disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan. Tidak mungkin gara-gara menunggu sejumlah berkas maka program pemerintah yang telah terjadwal diundurkan atau dibatalkan,” jelas Victorius Gea. (sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan