|
|
| |
 |
|
|
| S |
M |
T |
W |
T |
F |
S |
|
1 |
2 |
3 |
4 |
| 5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
| 12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 |
18 |
| 19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 |
25 |
| 26 |
27 |
28 |
29 |
30 |
|
|
|
|
|
 |
|
| |
|
|
| |
 |
| Data not found! |
|
|
| Berita Selengkapnya |
SBY: Masalah Palestina Tak Terkait Agama
Ketua MPR Imbau Negara Arab Bersatu Sosial Politik - Selasa, 06-01-2009 MedanBisnis – Jakarta Konflik di Palestina terus berlanjut. Belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Presiden SBY menegaskan, konflik di Palestina bukanlah konflik antaragama, melainkan konflik kedaulatan. “Ini tidak mengait langsung dengan agama. Ini kedaulatan, permusuhan yang sifatnya permanen,” ujar SBY usai bertemu dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Faris Mehdawi, di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (5/12).
Terkait banyaknya warga Indonesia yang ingin berjihad di Palestina, SBY menegaskan, pemerintah berharap agar masyarakat Indonesia bersikap realistik. Jangan sampai justru kepergian mereka ke Palestina malah semakin menambah masalah. “Pilihlah cara-cara yang bisa menjadi bagian dari solusi, dan tidak sebaliknya, malah menjadi masalah,” pungkasnya. Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk ikut menyelesaikan konflik di Jalur Gaza tersebut. “Indonesia akan terus aktif memberi kontribusi dalam bidang diplomasi dan politik untuk mendesak agar PBB betul-betul mengeluarkan resolusi yang betul-betul terjadi gencatan senjata,” ujarnya. Kalau resolusi tidak bisa disepakati, SBY mendesak PBB untuk melaksanakan mekanisme lain yakni pelaksanaan sidang darurat/emergency meeting. Dubes Palestina untuk Indonesia Faris Mahdewi mengaku berterima kasih atas bantuan Indonesia selama ini dalam upaya turut menyelesaikan konflik di Palestina. Terkait dengan banyaknya WNI yang ingin berjihad di sana, Mehdawi juga menyatakan kegembiraannya. Tapi dia mengingatkan, Palestina saat ini tidak aman. Negara Arab Bersatu Ketua MPR Hidayat NurWahid melawat ke negara-negara Arab dan bertemu para pemimpinnya. Hidayat pun mengimbau para negara Arab untuk bersatu membantu Palestina. Hidayat menyampaikan hal itu usai bertemu Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz, di Istana Raja Arab Saudi, Riyadh, Minggu (4/1) siang waktu Arab Saudi, dalam siaran pers yang diterima, Senin (5/1). Hidayat menjadi bagian dari delegasi organisasi ulama Islam internasional Yusuf Qaradhawi. Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Hidayat menyampaikan respon Raja Abdullah mendukung sepenuhnya misi ulama dan tokoh Islam internasional, yang menemui para pemimpin dunia Arab agar mereka memberikan bantuan nyata terhadap negara dan rakyat Palestina yang terus digempur oleh mesin perang Israel. Raja Abdullah juga sepakat mengenai pentingnya persatuan dunia Arab, khususnya dan umat Islam umumnya untuk membantu menyelesaikan masalah Palestina. Raja Abdullah, menurut Hidayat, juga mengusahakan agar wilayah Rafah, yang berbatasan dengan Palestina bisa dibuka lebih luas dan lebih lama agar bantuan kemanusiaan dari berbagai penjuru dunia bisa masuk ke Gaza. Di dalam negeri, Raja Abdullah juga memerintahkan untuk mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk dikirim ke Palestina. Sebelumnya, Sabtu 3 Januari 2009, Hidayat dan delegasi bertemu Emir Qatar, Syaikh Ahmad bin Khalifa al-Tsani. Emir Qatar juga mendukung misi delegasi. “Emir Qatar akan mengusulkan sidang istimewa Liga Arab untuk menghentikan serbuan tentara Israel ke wilayah Palestina,” ujar Hidayat. (dcn)
|
|
|
| |
| Berita Terkait Lainnya... |
 |
MedanBisnis
 |
Jakarta
 |
Acara “Investor Summit and Capital Market Expo 2008” ...
|
|
 |
MedanBisnis
|
|
 |
Medan (SIB) Tokoh masyarakat Sumatera Utara, DR GM Panggabean didampingi ...
|
|
|
|
Copyright 2008 NiasKita Dot Com
All rights reserved.
|
|
|