Dahlan Roso Lase: Pembangunan Pabrik Karet Terkendala Pasokan Bahan Baku dan Aliran Listrik

NiasKita.com – Gunungsitoli

Adanya janji Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli seputar pembangunan pabrik karet di Kabupaten Nias dan hingga saat ini belum terwujud, Kadis Kominfo Kabupaten Nias Dahlan Roso Lase mewakili Pemerintah Kabupaten Nias memberikan penjelasan bahwa hal tersebut terkendala kurangnya bahan baku dan kurangnya pasokan listrik.

Kepada wartawan Dahlan Roso Lase, Senin (30/09) lebih jauh menjelaskan bahwa memang Bupati Nias Drs. Sokhiatulo Laoli, MM, pernah berjanji untuk pembangunan pabrik karet itu di tahun 2013 ada investor dari India di bawah Koordinator Manon yang melirik Kabupaten Nias untuk membangun pabrik karet. “Pemerintah Kabupaten Nias saat itu telah menyiapkan lahan di Kecamatan Idanogawo seluas 5 hektar untuk lokasi pembangunan pabrik tersebut,” ujarnya

“Waktu itu, pihak manon sangat tertarik berinvestasi setelah melakukan survey. Namun mengalami kendala akibat kekurangan pasokan listrik dan terbatasnya jumlah produksi karet,” tutur Kadis.

Lebih lanjut, Kadis Kominfo menjelaskan, bahwa untuk keterbatasan produksi karet, Pemerintah Daerah telah menyediakan lahan seluas 20 hektar di Kecamatan Bawolato sebagai lahan percontohan penanaman bibit unggul karet. Sementara Kepulauan Nias kekurangan pasokan listrik.

“Di tahun 2014 Bupati Nias menyurati dan bertemu langsung Direktur Utama PT. PLN (Persero) yang saat itu dijabat oleh Nur Pamudji. Direktur utama PT PLN (persero) menjanjikan ke Bupati Nias penambahan pasokan listrik untuk Kepulauan Nias direalisasikan pada tahun 2015,” terangnya.

“Janji Direktur PT. PLN (persero) tersebut baru dipenuhi pada tahun 2016 dengan dibangun PLTG 25 MW di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi hingga terjadi krisis listrik di “epulauan Nias,” tambah Kadis Kominfo. (sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan