Semen Indonesia Didukung Tokoh dan Masyarakat Jawa Timur

Surabaya – Kalangan tokoh dan masyarakat di Jawa Timur memberi dukungan kepada PT Semen Indonesia Tbk agar bisa segera menyelesaikan masalah hukum terkait rencana pengoperasian pabrik semen baru di Rembang, Jawa Tengah. Dukungan itu mereka sampaikan dalam Forum Diskusi Jurnalis Surabaya bertajuk “Kepedulian Terhadap BUMN Semen dari Serbuan Asing” di Surabaya, Jumat (13/1).

Sejumlah tokoh yang hadir dan sekaligus sebagai pembicara dalam diskusi diantaranya adalah Wagub Jawa Timur, Syaifullah Yusuf dan Ketua Umum Badan Kerjasama Badan Usaha Milik Daerah Seluruh Indonesia, Arif Affandi.

Arif Affandi melontarkan kecurigaan adanya persaingan bisnis dibalik kasus hukum terkait rencana pengoperasian pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah. Dan dia juga mencurigai adanya pemain lain di industri semen yang ikut bermain di belakang gejolak pabrik semen tersebut.

Kabar rencana pendirian pabrik semen di Kabupaten Pati pada tahun ini oleh salah satu perusahaan semen karena telah mengantongi izin dari bupati turut memperkuat kecurigaan itu. Padahal, sebelum di Rembang, Semen Indonesia tadinya juga sudah merencanakan pendirian pabrik dan telah membebaskan sebagian lahan untuk pabrik baru. Namun, rencana itu mendapat penolakan sebagian warga.

“Tapi itu baru dugaan. Mudah-mudahan tidak benar. Kita berbaik sangka saja, semoga perjuangan masyarakat yang menolaj pendirian pabrik semen baru di Rembang betul-betul untuk kepentingan masyarakat,” kata Arif.

Menurut Arif, sebenarnya polemik Semen Indonesia dengan sebagian masyarakat terkait pembangunan pabrik semen di Rembang sudah lama terjadi. Polemik lebih dipicu masalah-masalah lingkungan dan sosial. Seperti kekhawatiran warga akan terjadinya pencemaran udara atau berkurangnya sumber mata air serta terjadnya perubahan sosial di sekitar pabrik semen. Semua kekhawatiran itu kerap terjadi ketika akan ada rencana pembangunan pabrik semen.

“Namun dengan teknologi modern serta pendekatan korporat terhadap masyarakat di lingkungan sekitarnya sekarang melalui beberapa program seperti CSR, masyarakat semestinya menyadari pula bahwa, dibalik pendirian pabrik baru itu ada manfaat yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui peningkatan ekonomi di daerah,” terang Arif.

Lebih lanjut Arif memaparkan dukungan yang diberikan masyarakat di Jatim tehadap upaya peningkatan kapasitas pabrik oleh Semen Gresik di Rembang, karena Semen Gresik selain lahir di Jatim juga menjadi aset kebanggaan bangsa ini dibawah nauangan Semen Indonesia sebagai holding BUMN Semen.

Menurut dia, masyarakat yang menolak keberadaan pabrik pabri baru perlu berpikir panjang tentang masa depan bangsa Indonesia, terutama dalam menghadapi industrialisasi global. “Satu sisi kita ingin negara ini maju, ada yang dibanggakan, tapi di sisi lain selalu ada yang ngeriwuki (meributkan),” katanya.

Sementara Syaifullah Yusuf menyatakan mewakili masyarakat di Jatim dirinya juga merasa prihatin dengan masalah hukum terkait pabrik Semen Rembang. Karena masalah hukum pabrik belum bisa dioperasikan, padahal secara teknis sudah siap dioperasikan dengan investasi triliunan rupiah.

Karena itu, dia berharap agar pabrik semen bisa segera beroperasi. “Saya optimis masalah-masalah yang ada kaitan dengan lingkungan, bisa diatasi dengan baik. Saya yakin manajelem Semen Indonesia pasti tahulah apa yang harus dikerjakan untuk menjaga lingkungan,” katanya.

Dia juga menyatakan mewakili masyarakat di Jatim dia mendukung setiap upaya manajemen Semen Indonesia untuk menyelesaikannya. “Saya yakin dengan langkah yang sudah disiapkan manajemen Semen Indonesia sekarang, akan segara ada titik temu bagi penyelesaian pabrik semen di Rembag itu. Sehingga pabrik bisa segera beroperasi dan BUMN Semen kita bisa bersaingan di pasar semen dalam negeri dan di pasar global,” tutur Syaifullah.

Dia menegaskan bahwa bangsa Indonesia pastilah menginginkan agar perusahaan-perusahaan milik negara menjadi pemenang.

“Kalau Semen Indonesia kalah bersaing di negerinya sendiri, itu yang malu bukan hanya Semen Indonesia. Tapi kita semua,” tegasnya.

Oleh sebab itu, wajar jika setiap negara punya strategi dan kebijakan untuk memproteksi perusahaan miliknya sepanjang tidak menyalahi aturan persaingan bisnis internasional. “Saya tidak bisa bayangkan, Indonesia memberi konsesi yang sama kepada Semen Indonesia dengan semen asing. Kalau pemerintah Indonesia membantu BUMN miliknya, saya kira ya memang harus begitu,” pungkasnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply