Aliran Telaumbanua, SP, MSi: 1414 Nelayan Gunungsitoli Terdaftar Asuransi

Gunungsitoli, NiasKita

Sebanyak 1414 nelayan di Kota Gunungsitoli telah terdaftar sebagai peserta asuransi kecelakaan dan jiwa, tiga diantaranya telah menerima klaim asuransinya. Para nelayan juga mendapat kemudahan untuk memperoleh bantuan perbankan dengan bunga ringan sebesar 7 persen per tahun dalam menjalankan usahanya, terutama dari Bank Sumut dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal itu disampaikan Aliran Telaumbanua, SP, MSi, Kepala Dinas Perikanan Kota Gunungsitoli seusai membuka acara Workshop dan Pengendalian Teknis Program Pengembangan Perikanan dan Kelautan Kota Gunungsitoli, Kamis (19/04) di Ruang Pertemuan Kantor Walikota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Gunungsitoli.

Aliran Telaumbanua menjelaskan acara tersebut diikuti 60 peserta yang terdiri dari kelompok perikanan tangkap, pembudidaya perikanan, pemasar dan pengolah hasil perikanan. Dalam acara tersebut antara lain dibahas tatacara mendapatkan bantuan permodalan dari pihak bank, dalam hal ini Bank Sumut dengan bunga ringan sebesar 7 persen per tahun. Bank Sumut bahkan menawarkan pinjaman hingga Rp. 500 juta. Bantuan permodalan dari Bank Sumut itu dapat digunakan untuk pengadaan armada (perahu atau kapal motor), membeli alat tangkap, alat bantu penangkapan dan modal kerja lainnya.

Dalam kesempatan itu, OJK juga menyampaikan bahwa pihaknya mendorong pihak perbankan untuk memberikan bantuan permodalan. Pihaknya juga akan mengatur, mengawasi dan melindungi pemberian bantuan tersebut serta memberikan dukungan penyelesaian permasalahan antara nelayan dengan pihak perbankan, terutama dalam masalah kredit macet.

Pada kesempatan itu, jelas Aliran Telaumbanua, turut hadir institusi asuransi, yakni Asuransi Jasindo. Dijelaskannya, tahun lalu pihaknya telah melakukan pendataan terhadap nelayan dan berhasil didata 1414 nelayan di Kota Gunungsitoli. Nelayan yang terdata tersebut kemudian diusulkan ke Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk mendapatkan asuransi nalayan.

Pihak Kementerian, ujarnya, menerima berkas ke 1414 tersebut dan mendaftarkan mereka sebagai peserta asuransi. Pada asuransi Ramayana terdaftar 42 nelayan dan 57 pada asuransi Bumi Putera, selebihnya terdaftar di Asuransi Jasindo.
Namun, pada tahun kedua selanjutnya akan menjadi asuransi mandiri, dimana setiap nelayan wajib membayar Rp. 175 ribu per tahun. Menurutnya program ini sangat bermanfaat untuk menolong keluarga nelayan yang mendapat musibah kecelakaan atau meninggal dunia.

Dalam workshop itu peserta mendapat pelatihan akutansi keuangan nelayan dan usaha perikanan. Hal ini sangat penting untuk menata perekonomian keluarga nelayan, terutama untuk menghitung pengeluaran dan pendapatan kelauarga nelayan.

Ia juga mengakui kehidupan sebagian besar nelayan masih memprihatinkan dan sangat tergantung pada kondisi cuaca serta menghadapi keterbatasan peralatan, kekurangan modal, keterbatasan pengetahuan dan penguasaan teknologi serta rendahnya pendapatan karena keterbatasan pemasaran hasil tangkapan.

Aliran Telaumbanua menjelaskan Pemerintah Kota Gunungsitoli mendorong pembangunan perikanan dan kelauatan Kota Gunungsitoli melalui pemberian perlindungan kepada pelaku usaha perikanan. Juga dalam bentuk dukungan bantuan peralatan yang selama ini telah dibagikan kepada kelompok-kelompok perikanan.

Ia juga berharap acara yang dilaksanakan tersebut dapat memberi manfaat bagi nelayan, terutama bagi mereka yang menjadi peserta acara tersebut. (sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply