Diduga Terjadi Penyelewengan Pada Kegiatan Pendistribusian Air Bersih di Dinas PUPR Kabupaten Nias Utara

NiasKita.com, Gunungsitoli

Diduga telah terjadi penyelewengan yang merugikan keuangan negara dalam kegiatan pendistribusian air bersih untuk warga yang dikelola oleh Dinas PUPR Kabupaten Nias Utara. Dugaan kuat retribusi air yang dikutip dari pelanggan tidak disetorkan ke Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Nias Utara dan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sumber NiasKita.com yang tidak bersedia identitasnya diungkapkan di lingkungan BKPAD Kabupaten Nias Utara mengatakan tidak pernah ada setoran dari Dinas PUPR terkait dengan teyribusi air bersih yang dikutip dari keluarga menjadi pelanggan air bersih yang di distribusikan oleh Dinas PUPR.

Padahal katanya, sudah dua tahun telah terbentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mengelola pendistribusian air bersih. “Dibentuk berdasarkan Perbup pada tahun 2015 di bawah Dinas PUPR,” katanya.

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya di lingkungan Dinas PUPR membenarkan penerbitan Perbup tentang UPT yamg mengelola air bersih. “Bupati Edward Zega yang menandatanganinya pada tahun 2015. Disebutnya, instalasi air bersih yang baru dibangun di Lotu belum ditarik tagihannya. Namun katanya, di Lahewa sudah berjalan lama karena peninggalan PDAM Tirta Nadi, sehingga pendistribusian air dan penagihan rekening air dilakukan petugas.

Namun sumber tersebut menjelaskan bahwa terdapat 5 honorer yang bertugas di Lahewa yang bertugas sebagai tenaga teknik, administrasi dan keuangan. Namun ia tidak mengetahui apa alasan tidak disetornya ke BKPAD oleh Dinas PUPR

Sangat disayangkan yang tagihan pemakaian air bersih tidak disetorkan untuk menambah PAD. Sedangkan uang negara terus mengalir untuk pembiayaan penyediaan air bersih tersebut. untuk tahun ini saja diluncurkan dana kurang lebih Rp. 4 miliar dari APBD 2018. “Uang negara dikeluarkan terus tanpa ada pemasukan sama sekali,” ujarnya.

Menurutnya diduga puluhan juta rupiah yang telah ditagih pada pelanggan yang kini tertahan di Dinas PUPR. Uang itu berpotensi diselewengkan bila tidak disetorkan, bahkan kuat dugaan uang tersebut telah dikorupsikan.

Sementara ketika hendak dikonfirmasi kepada Kepala Dinas PUPR Yulius Zai, di kantornya, salah seorang stafnya mengatakan dirinya sedang tugas luar. (Sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply