Patut Dicurigai Motivasi di Balik Belum Ditetapkannya Ketua DPRD Nias Utara yang Baru

NiasKita.com, Gunungsitoli

Suksesi kepemimpinan DPRD Nias Utara dianggap sebagai guyonan para elit politik Nias Utara. Sekalipun Gubernur Sumatera Utara telah memberikan persetujuan pergantian Ketua DPRD Nias Utara, namun hingga saat ini belum ada tindakan nyata yang mengarah pada suksesnya suksesi tersebut.

Hal ini terungkap dari beberapa tanggapan yang dilontarkan oleh tokoh masyarakat di Lotu. Disimpulkan bahwa ada kesan dikaburkan dan diulur-ulur untuk tujuan tidak jelas dan untuk waktu yang tidak jelas juga.

Aferieli Zega yang lebih dikenal dengan nama Afen kepada NiasKita.com yang dihubungi per telepon seluler menyampaikan keheranannya atas belum diparipurnakannya pergantian Ketua DPRD Nias Utara. “Bamus seharusnya segera menjadwalkan. Kalau ada anggota Bamus yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas ya diekspos, karena menghalangi tahapan-tahapan pekerjaan DPRD. Diekspos biar masyarakat tahu dan tidak perlu memilih anggota yang tidak bertanggungjawab itu,” ujarnya.

Ia menilai anggota DPRD yang melakukan konsultasi atas terbitnya surat Gubernur Sumatera Utara tersebut sebagai mengada-ada. “Patut dicurigai ada skenario di balik sikap anggota DPRD yang bahkan sekarang mengkonsultasikannya. Apa lagi yang dikonsultasikan, kan sudah jelas ada aurat rekomendasi DPP Partai Demokrat untuk memberhentikan Saudara Foanoita Zai sebagai Ketua DPRD dan digantikan oleh Hiskia Harefa,” lanjutnya.

Akibat belum ditetapkannya Ketua DPRD Nias Utara yang baru telah menyebabkan beberapa pekerjaan dewan yang tertunda hingga saat ini. Ketua DPRD selama ini Drs. Foanoita Zai sendiri bahkan jarang masuk kantor karena sedang sakit.

Hiskia Harefa sendiri yang juga anggota DPRD Nias Utara, sekalipun telah ditunjukkan partai untuk menggantikan Foanoita Zai tidak bisa berbuat apa-apa karena belum diparipurnakan oleh sidang DPRD.

Belum diparipurnakannya pergantian ketua DPRD ini karena jadwalnya belum ditetapkan oleh Badan Musyawarah (Bamus) DPRD. Alasannya, beberapa kali pertemuan tidak pernah korum karena ada saja anggota DPRD yang tidak hadir.

Masyarakat Nias Utara mempertanyakan sampai kapan keadaan ini dipertahankan. (Sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply