Potensi Halawa Minta Maaf Insiden Cekcok dengan Petugas Satpol PP di Halaman Kantor Walikota

Gunungsitoli, NiasKita.com

Insiden pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP Kota Gunungsitoli sebagaimana diberitakan oleh media massa, khususnya media online beberapa waktu yang lalu, telah mendapat titik terang. Ternyata insiden itu hanya merupakan kesalahpahaman dengan pihak yang menuding dirinya diani

Demikian disampaikan oleh Potensi Restu Abadi Halawa yang sebelumnya mengaku dianiaya oleh oknum petugas Satpol PP Kota Gunungsitoli kepada NiasKita.com, Kamis pagi (24/05) melalui telepon seluler. Ia mengatakan bahwa insiden tersebut tidak terjadi sebagaimana yang selama ini beredar di pemberitaan.

PNS di Nias Selatan ini menjelaskan Insiden itu bermula ketika dirinya hendak mengambil uang di salah satu ATM di halaman Kantor Walikota Gunungsitoli pada Selasa, 01 Mei lalu. Mungkin karena dekat, dia menerobos salah satu pintu yang ditutup dan tidak melalui gerbang yang dijaga oleh petugas Satpol. Lalu petugas Satpol bernama Bebalazi Zebua menegur. Merasa tidak menerima, terjadilah cekcok mulut.

Akibat kejadian itu, Potensi Restu Halawa pun mengadukan Bebalazi Zebua ke Polres Nias. Lalu Bebalazi Zebua pun juga melaporkan Potensi Restu Halawa, juga di Polres Nias.

Namun dalam proses waktu, Potensi Restu Halawa menyadari perrbuatannya menerobos masuk pintu masuk ke halaman Kantor Walikota yang ditutup karena pada hari itu libur nasional adalah salah, apalagi melawan petugas yang melarangnya masuk melalui pintu tersebut.

Melalui salah seorang keluarga dekat, ia menyampaikan permohonan maafnya kepada Bebalazi Zebua dan Satpol PP Kota Gunungsitoli sebagai institusi dimana Bebalazi Zebua bertugas. keinginan Potensi Restu Halawa tersebut oleh Kepala Satpol PP Kota Gunungsitoli Murni Darma Zebua, SH ditanggapi positif.

Murni Darma Zebua kemudian memfasilitasi pertemuan tadi malam, Rabu (23/05) antara Bebalazi Zebua dan Potensi Restu Halawa di Kantor Satpol PP, Jalan Pancasila, Gunungsitoli. Didampingi beberapa keluarga, Potensi Restu Halawa menyampaikan permohonan maaf kepada Bebalazi Zebua dan Satpol PP Kota Gunungsitoli. Bebalazi Zebua dan Murni Darma Zebua mewakili institusi Satpol PP Kota Gunungsitoli menerima permintaan maaf tersebut, sehingga disepakati perdamaian diantara mereka.

“Rencananya siang ini kami akan menandatangani perjanjian perdamaian,” jelas Potensi Restu Halawa.

Dijelaskannya insiden itu terjadi karena dirinya dibawa pengaruh minuman beralkohol sehingga perilakunya tidak bisa dikendalikannya. Sebelumnya, ia sebutkan bahwa dirinya bersama dengan beberapa temannya menegak minuman beralkohol itu tak jauh dari kantor walikota. “Maklumlah kalau bertemu dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu ya kita minum sedikit, tapi ternyata pengaruhnya luar biasa. Saya menyadari perbuatan saya itu salah dan tidak benar,’ ujarnya.

Ia mengatakan semoga ini menjadi pelajaran bagi dirinya dan orang lain bahwa setiap orang wajib menghormati aturan yang berlaku di suatu tempat. Ia juga berharap insiden ini tidak terulang di masa mendatang yang akan mengorbankan orang yang tidak bersalah dan sedang menjalankannya tugas.

Potensi Restu Halawa juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli, khususnya kepada Kepala Satpol PP Kota Gunungsitoli yang memberi ruang baginya untuk menyampaikan permohonan maaf.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Gunungsitoli Murni Darma Zebua yang dihubungi per telepon seluler, belum bersedia memberi tanggapan. “Nanti ya nanti saya akan beritahu bagaimana hasilnya. Surat perdamaiannya nanti siang. Itu saja dulu ya,” katanya. (Sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan