Padahal Sudah Selesai, Dugaan Suap Terhadap Bupati Nias Barat kembali Diviralkan Oknum Tidak bertanggungjawab

NiasKita.com, Gunungsitoli

Bupati Nias Barat sangat kecewa adanya oknum yang sengaja membuat kepercayaan masyarakat terhadap dirinya hilang dengan kembali menyebarkan berita lama di grup facebook pada hari Selasa(18/12) kemarin

Dalam status Facebook di Forum Nias Barat, SG kembali men-share link berita salah satu media mengenai kasus dugaan suap Bupati Nias Barat dan juga menambahkan tulisan “lAuri Ami Ba Auri ndrao, Setahun Sudah dugaan suap bupati Nias Barat Tak tersentuh hukum”. Postingan ini telah disukai 674, dikomentari sebanyak 330 anggota Grup dan 22 kali dibagikan.

Terkait viralnya kembali masalah dugaan dirinya menerima suap dari rekanan di media sosial, Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli, Spd menghimbau kepada masyarakat Nias Barat untuk bijak menggunakan media sosial dan jangan sampai terprovokasi dengan informasi yang kurang jelas karena bisa merugikan diri sendiri.

“Saya meminta kepada masyarakat banyak supaya jangan terprovokasi akan tudingan yang mengarah ke saya, sebab hal itu tidak baik, kalau masyarakat kurang percaya silahkan dicari tahu kebenarannya di pihak penegak hukum, karena kalau kita membuat informasi yang tidak benar bisa membuat kita berurusan dengan pihak berwajib,” ungkap Bupati ketika dihubungi via seluler, Rabu(19/12).

Faduhusi menjelaskan kalau masalah tudingan terhadap dirinya telah menerima uang suap dari rekanan di ruang kerjanya pada tahun 2017 lalu memang sempat viral di media sosial dan juga telah ditangani pihak kepolisian, kasus ini telah didamaikan dimana adanya permintaan maaf dari penyebar fitnah tersebut.

“Awalnya saya sangat menyesali perbuatan oknum yang telah memfitnah saya tersebut, karena niat baik saya untuk membantunya menyerahkan uang sumbangannya ke sebuah gereja malah dia plesetkan ke arah yang negatif. Dan hal ini sempat menjadi masalah waktu itu dan juga telah ditangani pihak kepolisian. Tetapi karena dia telah minta maaf serta menandatangani surat perjanjian permintaan maaf diatas meterai enam ribu yang disaksikan oleh Sabaeli Gulo, Emanuel Daeli dan Sozosokhi Hia dan Robert Murni Daeli, karena saya juga masih memiliki hati nurani dan merasa kasihan apalagi dia juga salah satu pendukung saya waktu Pilkada, saya pun memaafkannya dan laporan di Polres Nias juga telah saya cabut.” ujar Bupati mengakhiri.

Siswanto laoli salah seorang pemerhati di Kepulauan Nias ketika diminta tanggapannya terkait viralnya kembali masalah Bupati Nias Barat terkait dugaan suap, ia sangat menyesali dan mengecam perbuatan orang yang kembali melakukan penyebaran fitnah atas kejadian tahun sebelumnya,

“Memang masalah dugaan suap dipemerintah kabupaten Nias Barat itu memang sempat heboh dan sudah menjadi kasus hingga ditangani oleh pihak polres Nias, namun masalah tersebut telah diselesaikan oleh pihak pelaku berinisal ND dan korban Faduhusi daely. Lalu yang saya heran, kenapa kita harus ributkan yang sudah selesai, jangan karena sumbangan yang lima juta untuk diberikan ke gereja semua menjadi ribut, lebih baik kita membantu dan memberikan pemikiran positif demi membangun pulau kita ini, biarlah para kepala daerah berupaya untuk membangun daerahnya masing-masing, kita jangan merusak pemikiran mereka,” himbaunya.

Siswanto Laoli juga menambahkan, masalah kasus dugaan suap ini sudah selesai dengan adanya permintaan maaf dari pihak yang menghebohkan berita ini, dicabutnya laporan polisi oleh Faduhusi Daeli selaku korban fitnah, adanya pernyataan dari pihak gereja bahwa mereka telah menerima uang bantuan dari ND yang disalurkan melalui Faduhusi Daeli.
(Samadaya Ziliwu)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan