Validasi Data Berlanjut, Keluarga Penerima Beras Rastra akan Bertambah di Gunungsitoli

Masih adanya keluhan masyarakat Kota Gunungsitoli yang belum mendapat bantuan beras Rastra, kini memiliki peluang untuk mendapatkan bantuan tersebut. Hal itu disampaikan oleh Kepal Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Gunungsitoli Asieli Zega kepada NiasKita.com Minggu lalu.

Dijelaskan Asieli Zega bahwa pihaknya akan terus melakukan validasi dan verifikasi terhadap data keluarga tak mampu yang ada di instansi yang dipimpinnya tersebut. Katanya, saat ini yang terdaftar di Kementerian Sosial sebanyak 13.865 keluarga tak mampu di Gunungsitoli. Kementerian juga telah menetapkan kuota sebanyak 14.138 keluarga tidak mampu di Gunungsitoli yang antara lain penerima beras rastra. Tidak tercapainya angka ini karena belum tervalidasi.

Sementara keluarga yang telah terdata sebanyak 16.000 lebih, namun data ini masih harus divalidasi untuk masuk dalam data kementerian. Sehingga ada peluang 2.000 lagi yang bisa ditambahkan pada data kementerian. “Validasi dan verifikasi terus dilakukan dan hasilnya dimasukkan ke dalam data online milik kementerian,” ujarnya.

Validasi dan verifikasi terhadap data itu antara lain untuk melihat kebenaran data yang ada dengan keadaan di lapangan terkait yang dinyatakan keluarga tak mampu. Sekaligus juga untuk memutakhirkan data. “Sebab ada yang awal tahun kurang mampu, ternyata beberapa bulan terakhir sudah membaik keadaan ekonominya sehingga tidak lagi tergolong keluarga tak mampu, dan keluarga ini tidak bisa terdaftar sebagai keluarga tak mampu,” ujarnya.

Asieli Zega tidak memungkiri adanya penambahan jumlah keluarga tak mampu di Gunungsitoli dengan adanya validasi dan verifikasi data keluarga tak mampu yang terdaftar di Kementerian. Penambahan ini bukan karena pengaruh ekonomi Kota Gunungsitoli, tetapi adanya pendataan terakhir yang belum disampaikan ke Kementerian dan masih divalidasi. Perbedaan data kependudukan, misalnya, katanya akan ditolak oleh komputer di kementerian.

Dengan tervalidasi maka mereka yang selama ini mengeluhkan tidak menerima bantuan pemerintah karena tidak terdaftar sebagai keluarga tak mampu akan mendapat bantuan sebagaimana mestinya. Namun validasi ini tidak bisa secepatnya diselesaikan mengingat keterbatasan anggaran dan tenaga.

Sebagaimana dikeluhkan Kepala Desa Afia Yusri Gea, dari 300 keluarga tidak mampu, yang terdaftar hanya 210 keluarga yang menerima bantuan Beras Rastra. Mengatasinya dimusyawarahkan untuk membagi rata beras bantuan kepada keluarga tak mampu yang ada di Desa Afia. Namun ia mengaku bingung bagaimana caranya bila bantuan nontunai sebesar Rp. 110 ribu per keluarga tidak mampu. “Tidak mungkin dibagi rata karena per keluarga penerimanya,” ujarnya yang ditemui disela-sela acara sosialisasi netralitas ASN dalam pelaksanaan Pilgub mendatang yang dilaksanakan di Kantor Walikota Gunungsitoli, beberapa waktu lalu.

Sementara, Asieli Zega mengatakan masih ada kesimpangsiuran soal indikator kemiskinan untuk penetapan keluarga tidak mampu. Ada perbedaan indikator di Jawa dengan daerah seperti Nias. “Harus didukung oleh peraturan yang mendukung, misalnya Perda yang mengatur tentang kriteria keluarga miskin dan tindakan penanganannya,” ujarnya. (Sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply