7 Desa di Gunungsitoli Belum Ambil Beras Rastra hingga Mei 2018

Gunungsitoli, NiasKita.com

Sekalipun Beras Rastra sangat dibutuhkan keluarga tak mampu, namun masih ada beberapa desa di Kota Gunungsitoli yang belum mengambilnya. Padahal Rastra sebanyak 10 kg awal tahun ini digratiskan pemerintah alias tidak dipungut uang tebusan dari masyarakat.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Gunungsitoli Asieli Zega kepada NiasKita.com menjelaskan ada 7 desa yang belum mengambil Beras Rastra sejak Januari hingga Mei ini. Ia menyayangkan Kepala Desa yang tidak berinisiatif untuk mengambil beras tersebut.

“Pengambilan beras kali ini tidak merepotkan seperti biasanya dimana kepala desa harus memungut uang tebusan. Sekarang pemerintah pusat yang membayar uang tebusannya, artinya tinggal sampaikan permohonan, berasnya langsung diantar ke tempat. Jadi apa susahnya? Kasihan warga yang sangat membutuhkan beras tersebut,” katanya.

Ketujuh desa tersebut berada di empat dari enam kecamatan yang ada di Kota Gunungsitoli. Di Kecamatan Gunungsitoli Utara, terdapat 2 desa, yakni Desa Olora dan Desa Afia. Kecamatan Gunungsitoli terdapat 2 desa, Gunungsitoli Selatan 1 desa, Gunungsitoli Idanoi 2 desa. Sedangkan dua lainnya, Gunungsitoli Barat dan Gunungsitoli Alo’oa telah mengambil beras jatahnya.

Asieli Zega menjelaskan bahwa tidak ada kesulitan mengambil beras tersebut dan tidak ada alasan untuk tidak segera mengambilnya. “Karena itu menjadi tanggungjawab kepala desa. Mereka hanya perlu melakukan musyawarah desa untuk membuat data siapa saja keluarga yang berhak menerima Rastra itu dan data itu kita sesuaikan dengan data yang ada pada kita. Kalau sudah sesuai maka beras dikirim kepada mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Ir. Lakhomizaro Zebua yang dihubungi per telepon seluler sangat heran masih ada desa yang belum mengambil Beras Rastra. “Kan gratis, tinggal terima di desanya. Mereka harus segera mengambilnya, ini sudah Mei. Kasihan saudara-saudara kita yang sangat membutuhkannya. Kalau tidak diambil dikembalikan saja ke negara, kepala desanya nanti kita tanya kenapa tidak berusaha untuk mengambilnya,” katanya.

Asieli Zega juga menjelaskan bahwa beras terlalu lama disimpan di gudang Bulog dapat rusak. “”Segeralah diambil jangan sampai Pak Wali turun tangan,” katanya. (Sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply