" /> Dukung Perekonomian Kerakyatan, Pemko Bangun Kios Pedagang Buah di Jalan Cipto | NiasKita.Com

Dukung Perekonomian Kerakyatan, Pemko Bangun Kios Pedagang Buah di Jalan Cipto

NiasKita.com – Gunungsitoli
Pembangunan kios pedagang buah di bahu jalan Ciptomangun Kusumo, Gunungsitoli diharapkan secepatnya selesai dan dapat berfungsi.
Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas dan Keprotokolan Setda Kota Gunungsitoli Victorius Gea, S.Kom, di ruang kerjanya, Kantor Walikota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Mudik, seusai mendampingi Walikota Ir. Lakhomizaro Zebua meninjau pelaksanaan pembangunan Puskesmas Hilihao, Kamis (05/12)
Victor menjelaskan bahwa pembangunan kios pedagang buah itu ditujukan untuk penataan kota dan mengurangi kesemrawutan serta kekumuhan kawasan Jalan Ciptomangun Kusumo, terutama di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli.
“Selama ini pedagang buah di sisi kiri Jalan Ciptomangun Kusumo itu sangat kumuh, berupa tenda bertiang dengan meja kayu yang dibuat pedagang itu sendiri. Sangat semrawut dan kondisinya sangat memprihatikan karena berada di pusat kota,” jelasnya.
Karenanya, lanjutnya, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM memprogramkan pengadaan kios untuk pedagang tersebut. “Dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas PUPR,” ujarnya.
Penjelasan pengerjaannya secara swakelola sekaligus menjawab adanya pihak yang menyebutkan pengerjaan pembangunan kios pedagang buah tersebut sebagai proyek siluman karena tidak memasang papan proyek. “Untuk kita pahami bersama, pekerjaan swakelola tidak memakai papan proyek karena sifatnya tidak dikontrakkan pada pihak ketiga,” katanya.
Disamping itu, Victor Gea juga menjelaskan bahwa selain untuk penataan kota, pengadaan kios pedagang buah tersebut untuk mendukung usaha kecil yang sedang berkembang di Gunungsitoli. “Sudah menjadi komitmen Pemko Gunungsitoli untuk menumbuhkembangkan perekonomian kerakyatan, salah satu caranya adalah menyediakan sarana dan prasarananya. Jadi pengadaan kios pedagang buah ini diharapkan akan menstimulasi pertumbuhan usaha para pedagang ini,” ujar pria yang juga pernah menjadi pelaku UMKM di kawasan Pasar Jumat, Jakarta Selatan dengan memanfaatkan kios yang dibangun Pemerintah DKI di sepanjang bahu jalan.
Menurutnya, kebijakan pemerintah ini memberi peluang bagi pedagang kecil untuk bertumbuhkembang. “Kalau untuk penataan, Pemko bisa saja menertibkan bangunan liar milik para pedagang itu. Bongkar dan larang berdagang, lantas setiap hari razia. Tapi Ir. Lakhomizaro Zebua memberi petunjuk supaya dilakukan penanganan yang lebih baik bagi para pedagang buah itu. Ditertibkan, ditata dan didukung pertumbuhannya,” ujarnya.
Kebijakan ini ‘sangat manusiawi’ katanya. Diharapkan, buah dagangan para pedagang kecil lebih diminati dan dilirik para pembeli karena lebih bersih, lebih higienis, lebih rapi dibandingkan sebelumnya.
“Pemko telah melakukan pendataan pedagang buah di kawasan itu sebelumnya, sehingga yang akan menempati kios tersebut adalah benar pedagang buah yang selama ini berjualan di Jalan Ciptomangun Kusumo tersebut,” jelasnya.
Adanya tudingan bahwa itu akan menimbulkan kemacetan, Victor Gea menjelaskan bahwa volume kendaraan yang melintas di kawasan itu belum tinggi dan bertendensi menimbulkan kemacetan. “Setelah kios itu dibangun dan satu dua telah dipergunakan pedagang namun tidak menimbulkan kemacetan,” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskannya, bagian kiri kanan dari jalan tersebut berupa bahu jalan telah ditimbun dan disemen selevel dengan permukaan jalan tahun lalu (2018). Sedangkan kios pedagang buah berada di sebelah kanan jalan dan menggunakan lahan bahu jalan. “Tidak dibangun di atas badan jalan, tapi di bahu jalan, yakni antara parit dengan badan jalan. Bukan juga di atas trotoar, karena di Jalan Ciptomangun Kusumo itu belum dibangun trotoar, jadi hanya ada bahu jalan yang tadinya berpermukaan tanah, lalu disemen oleh Pemko tahun lalu juga,” jelasnya.
Katanya, kemacetan tidak terjadi karena bahu jalan di sisi kiri dapat berfungsi sebagai badan jalan alternatif. “Cukup lebar. Sekalipun ada kendaraan roda empat berhenti sebentar di depan kios pedagang, jalan masih tetap lebar karena terbantu dengan bahu jalan yang telah disemen,” ujarnya.
Dikatakannya, bangunan darurat pedagang buah akan segera dibongkar sehingga sisi kiri jalan akan lebih leluasa.
Disebutnya, pembangunan kios pedagang buah itu telah dikaji secara seksama, baik dari sisi kemacetan dan kenyamanan melintas, juga dari manfaat bagi para pedagang dan pembeli.
Victor Gea menjelaskan bahwa kebutuhan lahan untuk pedagang, termasuk pedagang kaki lima sangat besar. Sementara lahan yang digunakan Pemko untuk pedagang kecil ini hampir tidak ada.
“Jadi ini sifatnya sementara sebelum nantinya ada tempat permanen yang layak dan lebih mendukung,” jelasnya.
Hal itu disampaikan karena adanya pertanyaan apakah bangunan itu bersifat permanen. “Sekarang Pasar Beringin masih dikuasai Pemkab Nias. Padahal kalau kawasan itu ditata oleh Pemko, bisa jadi merupakan salah satu tempat relokasi pedagang buah ini,” katanya.
Victor Gea mengatakan, dengan pembangunan kios pedagang buah ini kesemrawutan dan kekumuhan kawasan Jalan Cipto dari bangunan liar pedagang buah dapat teratasi sekaligus dapat menstimulir peningkatan pendapat para pedagang buah karena lingkungan dan dagangan mereka lebih rapi, bersih dan higienis. (sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan