" /> LASO Mendaftar di Partai Demokrat tandai Menyatunya Kekuatan Politik Utama di Kota Gunungsitoli | NiasKita.Com

LASO Mendaftar di Partai Demokrat tandai Menyatunya Kekuatan Politik Utama di Kota Gunungsitoli

NiasKita.com – Gunungsitoli
Pendaftaran Pasangan Laso (Ir. Lakhomizaro Zebua dan Sowa’a Laoli) ke Partai Demokrat, Selasa (14/01) di Sekretariat DPC Partai Demokra Kota Gunungsitoli, Jl. Supomo, Gunungsitoli cukup mengejutkan khalayak di Kota Gunungsitoli. Menarik bukan karena pendaftaran inimengindikasikan tertutupnya peluang bagi ‘siapapun’ untuk mencalonkan diri pada Pilkada Gunungsitoli pada September mendatang, tetapi karena dari awal diprediksi Partai Demokrat tidak akan memberikan dukungan kepada Pasangan Laso.
Sebaliknya juga diprediksi Laso tidak akan pernah mau bekerjasama dengan Partai Demokrat. Seperti ada pembatas politik yang demikian tebal dan tinggi. Ini tidak hanya historis konflik yang dibangun pada saat Pilkada 2015 lalu, tetapi tensi politik yang meninggi antara Herman Jaya Harefa yang mengomandani Partai Demokrat dengan Pasangan Laso yang memimpin pemerintahan Kota Gunungsitoli.
Intrik politik yang terpersonifikasi pada ‘move’ kedua belah pihak, tentu akan membuntukan komunikasi bahkan akan menjadi benih rivalisasi. Bahkan sulit dibayangkan keduabelah pihak, bisa duduk semeja, ngobrol dan bercanda laiknya tidak pernah terjadi apa-apa. Itulah kebesaran jiwa keduabelah pihak.
Juga cukup menarik karena mengindikasikan beberapa kekuatan politik utama Gunungsitoli bersepakat untuk mendukung kepemimpinan pemerintahan sekarang untuk melanjutkan programnya hingga periode kedua. Sesuatu yang sulit diharapkan sebelumnya. Bahkan para pengurus partai dan kader partai mungkin belum mampu memahami perubahan kondisi ini.
Bahkan masyarakat menduga Partai Demokrat akan memunculkan rival tangguh untuk Laso atau paling sedikitnya akan absen dalam percaturan pilkada ketimbang memberikan dukungan pada pasangan Laso.
Pendaftaran Laso ke Partai Demokrat yang mengejutkan ini juga memberikan gambaran betapa fleksibelnya sebuah tindakan politik. Ketegangan politik melentur seiring dengan adanya kesepahaman untuk membangun Kota Gunungsitoli.
Pendaftaran ini juga sekaligus mengindikasikan adanya kesepahaman untuk menghentikan perbedaan-perbedaan pandangan pada kedua belah pihak dan menyatukan pemikiran.
Ketua DPC PDI Perjuangan Yanto yang ditemui seusai pendaftaran Pasangan Laso di Sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Gunungsitoli di Jalan Supomo, Gunungsitoli, Selasa (14/01) menyebutkan bahwa Pasangan Laso berharap mendapat rekomendasi untuk diajukan ke DPP Partai Demokrat.
Yanto juga tidak menepis bahwa dengan mendaftarnya Pasangan Laso ke Partai Demokrat telah menutup peluang untuk calon lain maju dalam Pilkada. Pasalnya, hanya tersisa dua partai lagi dengan jumlah 4 kursi, yakni 3 kursi Partai Gerindra dan 1 kursi PAN. Sedangkan syarat untuk maju dalam pilkada harus didukung 5 kursi.
“Tidak ada keinginan kita memborong partai. Kita telah memberikan kesempatan, terakhir Partai Demokrat memberikan kesempatan hingga 31 Desember 2019 namun kita tidak ada yang mendaftar, ya kita mendaftar saja ke Partai Demokrat,” jelas Yanto.
Menjawab NiasKita.com tentang kemungkinan akan mendaftar ke dua partai yang masih tersisa, Yanto menjelaskan bahwa tidak tertutup kemungkinan. “Bila ada kesepahaman akan visi dan misi Laso. Kita tetap pada prinsip menghargai semua partai sebagai kekuatan politik yang berkontribusi bagi pembangunan Kota Gunungsitoli. Kalau pun tidak ikut sebagai pendukung Pasangan Laso dalam pilkada bukan berarti tidak bisa membangun kerjasama politik,” ujarnya.
Yanto yang juga Ketua DPRD Kota Gunungsitoli mengatakan pendaftaran Laso ke Partai Demokrat jangan dimultitafsirkan. “Kita menghargai Partai Demokrat sebagai kekuatan politik. Sebenarnya PDI Perjuangan dengan jumlah kursi di DPRD sudah bisa mencalonkan, namun kita menghargai kekuatan politik yang ada sehingga bersama-sama mencalonkan Pasangan Laso,” jelasnya.
Digaetnya Partai Demokrat, aku Yanto, tidaklah terjadi begitu saja, bukan pula karena tidak ada yang mendaftar di partai tersebut hingga batas akhir waktu pendaftaran calon. Disebutnya sudah lama ada pembicaraan yang dilakukan secara tertutup antara petinggi kedua partai di tingkat DPC (Partai PDI Perjuangan dan Partai Demokrat).
“Herman Jaya Harefa selaku Ketua DPC Partai Demokrat dalam beberapa kali pertemuan informal sudah menyatakan pada saya kesediaan Partai Demokrat mendukung Laso untuk maju pada Pilkada 2020. Namun belum menentukan waktu yang tepat untuk menyatakan dukungan pada Laso yang tentunya ditandai pendaftaran calon,” jelasnya.
Yanto tidak menepis dirinya berperan dalam membangun komunikasi Pasangan Laso dengan Herman Jaya Harefa yang sempat tersendat akibat komunikasi politik yang sempat memanas menjelang Pileg kemarin. Persahabatannya dengan Herman Jaya Harefa-lah yang akhirnya mencairkan hubungan komunikasi yang membeku antara Herman Jaya Harefa dengan Pasangan Laso.
Yanto juga berharap pengurus dan kader PDI Perjuangan memahami langkah-langkah politik yang dilakukan untuk membangun kekuatan politik bersama. “Kita berterimakasih pada Pengurus DPC Partai Demokrat yang telah bersedia mengusung Pasangan Laso pada Pilkada 2020,” katanya.
Herman Jaya Harefa pada saat pendaftaran Pasangan Laso menyampaikan beberapa poin yang menyatakan dukungan penuh bagi Pasangan Laso untuk memenangkan Pilkada Gunungsitoli 2020 dan memimpin Kota Gunungsitoli untuk periode 2021 – 2024.
Tampak hadir dalam pendaftaran tersebut sejumlah tokoh masyarakat. Hadir juga dari pengurus dari partai pendukung, pengurus DPC PDI Pernjuangan, dari Partai PKPI Alisokhi Harefa, SE, dari Partai Nasdem Denisman Buulolo, dari Partai Golkar John Kristian Ziliwu dan Erwin Mendrofa, dari Partai Hanura Imanuel Ziliwu (Ketua), Firman Zebua, Samotuho Harefa, Bachmansyah Sipahutar.
Sedangkan dari Partai Demokrat hadir Herman H. Harefa, Lestarman Gulo, Theodore Hulu, Arozato Harefa, Trimen Harefa, Saharman Harefa dan Yunius Larosa dan fungsionaris partai lainnya.
Usai mendaftar di Partai Demokrat dilanjutkan pendaftaran ke Partai Hanura di Sekrerariat DPC Partai Hanura Kota Gunungsitoli yang juga kediaman Imanue Ziliwu, Ketua DPC Partai Hanura.
Pendaftaran di DPC Partai Hanura menandai Pasangan Laso diprediksi akan melawan kotak kosong.
Yanto menyebutkan sesuai dengan mekanisme pilkada bila memang tidak ada calon maju hingga batas waktu yang ditentukan KPU, maka Laso akan melawan kotak kosong. “Kita tidak berharap itu akan terjadi, namun bila tidak ada calon lain yang maju, kita pun harus siap,” ujarnya. (Sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan