Puskesmas Gunungsitoli Selatan Berhasil Nolkan Angka Gizi Buruk

NiasKita.com, Gunungsitoli

Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Selatan berhasil menolkan angka gizi buruk dan menurunkan angka kurang gizi.

Sosaidaman Hartaniman Zebua, SKep, Ba, Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Selatan kepada NiasKita.com di ruang kerjanya di Fodo, Kamis (10/01) menjelaskan pada pertengahan 2018 lalu masih tercatat 12 balita yang menderita gizi buruk.

Namun pada akhir tahun 2018 lalu angka tersebut berhasil dinolkan. Dijelaskannya bahwa kondisi ini akan tetap dipertahankan ke depan.

Wanita yang lebih dikenal dengan panggilan Idaman ini juga menjelaskan bahwa anak kurang gizi masih tercatat 9 orang lagi dan sudah ditangani khusus. Diharapkan angka ini juga bisa dinolkan sehingga Kecamatan Gunungsitoli Selatan bisa dibebaskan dari kasus kekurangan gizi.

Dikatakannya, petugas dari Puskesmas secara terjadwal melakukan pemberian makanan tambahan berupa roti dan susu serta makanan tambahan lainnya. “Kita masak disini asupan bergizinya dan kita bawa ke rumah penderita kekurangan gizi. kita harus pastikan dimakan langsung oleh si anak,” ujarnya.

Idaman juga menjelaskan upaya menurunkan angka gizi buruk dan gizi kurang terkendala faktor ekonomi dan kebiasaan dalam keluarga. Disebutnya, kasus kekurangan gizi lazimnya terjadi pada keluarga kurang mampu.

Namun juga bisa terjadi karena faktor kebiasaan dalam keluarga. “Kita temukan juga orangtua yang kurang memperhatikan makanan anaknya. Ada juga ibu malas memberikan makan untuk anaknya,” katanya.

Sehingga angka kurang gizi ini fluktuatif. “Balita yang hari ini sudah bebas kurang gizi, besok bisa kembali lagi menjadi penderita kurang gizi. Itu karena faktor keluarga tadi,” ujarnya.

Berbagai program juga telah dilaksanakan untuk menurunkan angka kekurangan gizi ini. Di antaranya Program Gebyar Pelangi.

Program yang diciptakan khusus Puskesmas Gunungsitoli Selatan berhasil ini merupakan singkatan dari Gerakan Bersama Masyarakat Perduli Bayi Balita dan Gizi Ibu Hamil.

Program yang melibatkan lintas sektor, bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK dengan tiga program utama, yakni Kelas Gizi, Dapur Kader dan Tabumil/Tabita (Tabungan Ibu Hamil/Tabungan Bayi Balita).

Menurut Ade Putri Handayani Zebua, Ahli Madya Gizi, penanggung jawab program, pelaksanaan program ini di beberapa desa telah meningkatkan kesadaran makanan bergizi bagi keluarga.

Pada tahun, program ini akan ditingkat untuk mendorong peningkatan konsumsi makanan bergizi dalam keluarga. “Bergizi tidak identik harga mahal. Di lingkungan pedesaan banyak tersedia bahan makanan bergizi. Tinggal bagaimana mengolahnya,” ujar wanita yang lebih familiar dipanggil Putri ini.

Atas berbagai keberhasilan itu, Puskesmas Gunungsitoli Selatan telah ditetapkan sebagai pusat rujukan gizi Kota Gunungsitoli. “Pada tahun 2018 lalu UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Selatan telah ditetapkan sebagai Faskes Rujukan Gizi Buruk untuk Kota Gunungsitoli,” jelas Idaman. (sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan