" /> Sehati Halawa, SH Desak Polres Segera Proses Kasus Penganiayaan Petugas Satpol PP Kota Gunungsitoli | NiasKita.Com

Sehati Halawa, SH Desak Polres Segera Proses Kasus Penganiayaan Petugas Satpol PP Kota Gunungsitoli

NiasKita.com – Gunungsitoli
Sehati Halawa, SH, Kuasa Hukum Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli menyatakan bahwa pihaknya mendesak Polres Nias untuk segera memproses peristiwa pemukulan terhadap petugas Satpol PP Kota Gunungsitoli pada Jumat (22/04) lalu.
Hal itu disampaikan Sehati Halawa, SH kepada wartawan di Kantor Walikota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Gunungsitoli, Rabu (27/04). Didampingi Kasatpol PP Eka Kurniaman Harefa, Sehati Halawa menyebutkan dirinya telah mendatang Kantor Polres Nias untuk meminta sesegera mungkin memproses laporan dari Petugas Satpol yang menjadi korban insiden pada Jumat tersebut.
“Kejadiannya sekitar pukul 17.20 WIB bertempat di eks Pasar Beringin. Yang membuat pengaduan adalah dua pegawai Satpol PP, sedangkan yang dilaporkan adalah WAT alias A. Kita minta Polres segera memeriksa saksi-saksi,” jelasnya.
Sehati juga menjelaskan bahwa yang mengadukan bukanlah Pemko tetapi si korban dalam peristiwa tersebut. Dan karena mereka adalah pegawai Pemko dan sedang menjalanlan tugas saat itu, pihak Pemko melakukan pendampingan hukum.
Dijelaskannya bahwa ini bukan upaya sanding, lebih karena petugas Satpol PP adalah korban. Disebutnya bahwa petugas Satpol PP mengalami cidera dan telah mengambil visum.
Menjawab pertanyaan apakah benar adanya pengancaman dari oknum pedagang dengan menggunakan senjata tajam, Sehati Halawa menjelaskan bahwa hal itu akan termasuk dalam pengembangan penyelidikan pihak polisi. “Tentu akan diselidiki oleh Polisi, pihak kita akan memberikan keterangan, dokumen dan alat bukti yang berkaitan dengan masalah ini,” jelasnya.
Sementara itu Kasatpol PP Eka Kurniawan Harefa menjelaskan bahwa petugas melaksanakan tugas sesuai dengan SOP, di antaranya memiliki surat tugas sebagai legalstanding, melakukan upaya persuasif dengan meminta kepada oknum pedagang untuk menata barang dagangannya dan membongkar tenda di depan warungnya. “Namun saat itulah oknum pedagang memberikan perlawan secara verbal yang diikuti dengan perlawanan fisik. Keadaan jadi tidak terkendali ketika oknum pedagang mencekik leher petugas Satpol hingga terjatuh,” jelas Kasatpol.
Eka Kurniawan Harefa menyebutkan bahwa rekaman video yang beredar luas di media sosial hanyalah penggalan kejadian. “Ada kejadian sebelumnya dari rekaman video itu. Ada bagian dimana oknum pedagang memprovokasi petugas hingga anggota kita mengambil tindakan. Kronologis lengkapnya sudah kita samoaikan ke pihak Polres, dan kita akan sampaikan bukti-bukti yang dibutuhkan,” katanya.
Ia juga mengatakan bahwa untuk menindaklanjuti masalah ini, pihaknya menyerahkan proses selanjutnya kepada pihak Polres Nias. Ia berharap kasus ini segera ditindaklanjuti agar duduk persoalannya jelas dan tidak ada upaya menghakimi salah satu pihak.
(sam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan